Makna dapat berpindah tanpa kemampuan yang seimbang

Jika model membawa makna lintas bahasa, terjemahan Batak ke Sunda seharusnya mempertahankan isi utama. Jika transfernya matang, arah balik dan fitur gramatikal rinci juga seharusnya stabil.

Prediksi transferMakna bertahan

Arah Batak–Indonesia dan Indonesia–Sunda akan lebih kuat daripada Sunda–Batak; jalur Batak–Sunda mungkin menyerupai bahasa perantara (pivot) eksplisit melalui bahasa Indonesia.

Uji simetriArah balik harus ikut stabil

Hipotesis melemah bila keluaran hanya menyalin sumber, makna runtuh pada terjemahan pergi-pulang (round-trip), atau pola kesalahan jalur langsung tidak menyerupai pivot.

Definisi operasional

“Transfer” di sini berarti keberhasilan empiris membawa sebagian makna pada prompt terkontrol. Istilah ini bukan bukti mekanistik tentang representasi internal model.

Dari round-trip kecil ke matriks terkontrol

Eksperimen awal memakai kalimat Batak, keluaran Sunda, lalu terjemahan balik ke Batak. Tahap berikutnya mengevaluasi 100 kalimat per arah langsung dan 100 contoh pivot Batak–Indonesia–Sunda.

7 rutelangsung, parafrasa, dan pivot
6 metrikmakna hingga klausa molo
0–100skor heuristik terkontrol
Batak asalhami marsiajar di sikkola
Sundaurang diajar di sakola
Batak balikhita marsiajar di sikkola

Pergeseran hami menjadi hita mempertahankan makna kasar, tetapi mengubah perbedaan pronomina eksklusif dan inklusif.

Jejak eksperimen

Dari indikasi menuju batas klaim

Pilih tahap untuk membaca perubahan cakupan dan interpretasinya.

ENS-9

Indikasi awal transfer semantik

Makna utama bertahan pada beberapa contoh; detail pronomina belum aman.

Gambar 1. ENS-9 hingga ENS-12 menambah cakupan evaluasi dan mempersempit klaim.

Kekuatan umum menyembunyikan kelemahan rinci

Ketepatan bahasa sasaran (target-language) memeriksa apakah keluaran memakai bahasa tujuan, sedangkan ketepatan pronomina (pronoun) memeriksa bentuk seperti hami/hita dan hamu/ho. Indonesia–Sunda paling rata; Sunda–Batak paling lemah.

84,9target-language Indonesia–Sunda
20,6target-language Sunda–Batak
0,0negasi Sunda–Batak
72,7kemiripan taksonomi kesalahan direct–pivot

Batak–Sunda mencapai 100 pada negasi dan molo, tetapi hanya 41 pada pronomina. Sunda–Batak sering gagal membentuk bahasa target. Karena itu, satu skor rata-rata tidak cukup untuk membaca rute.

Matriks skor

Enam metrik untuk tujuh rute

Ranking dan matriks memakai data yang sama; kontrol mengubah urutan tanpa menyembunyikan nilai lain.

Geser tabel untuk melihat semua rute dan metrik.

Skor heuristik berbasis ekspektasi leksikal terkontrol
ArahMaknaBahasaPronounNegasiBudayaMolo
Batak → Indonesia63,551,237,066,774,250,0
Batak → Sunda73,880,241,0100,085,5100,0
Indonesia → Batak60,265,844,035,7100,050,0
Indonesia → Sunda75,584,959,0100,083,9100,0
Sunda → Batak42,220,62,00,071,066,7
Batak → Batak85,596,595,0100,0100,0100,0
Batak → Indonesia → Sunda67,977,245,097,688,791,7
Gambar 2. Skor heuristik berguna untuk membandingkan pola kesalahan, tetapi belum menggantikan adjudikasi manusia.

Satu rute adalah satu profil, bukan satu angka

Rata-rata dapat menutupi kegagalan yang penting secara linguistik. Profil Batak–Sunda, misalnya, kuat pada negasi dan kondisional tetapi rapuh pada pronomina. Arah balik Sunda–Batak gagal lebih mendasar pada bahasa target.

Profil rute

Keseimbangan enam kemampuan

Pilih rute; radar dan diagnosis akan memakai enam skor yang sama.

Makna 73,8 · Bahasa 80,2 · Pronoun 41,0 · Negasi 100 · Budaya 85,5 · Molo 100

Arah langsung

Bahasa Batak ke bahasa Sunda

Kuat pada makna umum, negasi, dan molo; pronomina granular masih rapuh.

Rata-rata80,1
TerkuatNegasi
TerlemahPronoun
  • Pasangan hami/hita hanya 1 dari 2; hamu/ho 0 dari 2.
Gambar 3. Radar memperlihatkan fitur yang kuat dan rapuh pada rute yang sama; nilai teks tetap tersedia tanpa JavaScript.

Bahasa Indonesia adalah jembatan yang masuk akal

Batak–Indonesia cukup kuat, Indonesia–Sunda kuat, dan pola Batak–Sunda menyerupai jalur pivot eksplisit. Kesamaan itu mendukung—namun tidak membuktikan—bahwa bahasa Indonesia membantu transfer.

Direct vs pivot

Dua jalur, pola kesalahan berdekatan

Jalur yang dibandingkan

BatakIndonesiaSunda

Pivot eksplisit: target-language 77,2; pronoun 45,0; negation 97,6; cultural/name 88,7; molo 91,7.

Kemiripan direct–pivot

Taksonomi kesalahan (error taxonomy) mengelompokkan jenis kegagalan yang tampak pada keluaran.

Output Jaccard62,9
Error-taxonomy similarity72,7
Exact taxonomy match65,0
Shared non-empty error57,0
Gambar 4. Kemiripan taxonomy error adalah bukti tambahan, bukan identifikasi pasti jalur internal model.
Batas interpretasi

Kemiripan keluaran mendukung bahasa Indonesia sebagai kandidat pivot, tetapi belum menunjukkan lintasan representasi di dalam model.

Transfer teramati; mekanismenya belum dipastikan

  • Skor berbasis ekspektasi leksikal perlu dilengkapi adjudikasi manusia.
  • Pasangan minimal untuk pronomina dan negasi masih perlu diperluas.
  • Data latih harus diaudit untuk memisahkan transfer dari hafalan atau overlap.
  • Probing hidden state baru bermakna setelah fenomena permukaan stabil dan dapat direplikasi.
Kesimpulan aman

Ada transfer semantik terbatas yang berarah. Data saat ini belum membuktikan pemahaman bilingual penuh maupun pivot mekanistik melalui bahasa Indonesia.