Makna dapat berpindah tanpa kemampuan yang seimbang
Jika model membawa makna lintas bahasa, terjemahan Batak ke Sunda seharusnya mempertahankan isi utama. Jika transfernya matang, arah balik dan fitur gramatikal rinci juga seharusnya stabil.
Arah Batak–Indonesia dan Indonesia–Sunda akan lebih kuat daripada Sunda–Batak; jalur Batak–Sunda mungkin menyerupai bahasa perantara (pivot) eksplisit melalui bahasa Indonesia.
Hipotesis melemah bila keluaran hanya menyalin sumber, makna runtuh pada terjemahan pergi-pulang (round-trip), atau pola kesalahan jalur langsung tidak menyerupai pivot.
“Transfer” di sini berarti keberhasilan empiris membawa sebagian makna pada prompt terkontrol. Istilah ini bukan bukti mekanistik tentang representasi internal model.
Dari round-trip kecil ke matriks terkontrol
Eksperimen awal memakai kalimat Batak, keluaran Sunda, lalu terjemahan balik ke Batak. Tahap berikutnya mengevaluasi 100 kalimat per arah langsung dan 100 contoh pivot Batak–Indonesia–Sunda.
moloPergeseran hami menjadi hita mempertahankan makna kasar, tetapi mengubah perbedaan pronomina eksklusif dan inklusif.
Dari indikasi menuju batas klaim
Pilih tahap untuk membaca perubahan cakupan dan interpretasinya.
Indikasi awal transfer semantik
Makna utama bertahan pada beberapa contoh; detail pronomina belum aman.
Kekuatan umum menyembunyikan kelemahan rinci
Ketepatan bahasa sasaran (target-language) memeriksa apakah keluaran memakai bahasa tujuan, sedangkan ketepatan pronomina (pronoun) memeriksa bentuk seperti hami/hita dan hamu/ho. Indonesia–Sunda paling rata; Sunda–Batak paling lemah.
Batak–Sunda mencapai 100 pada negasi dan molo, tetapi hanya 41 pada pronomina. Sunda–Batak sering gagal membentuk bahasa target. Karena itu, satu skor rata-rata tidak cukup untuk membaca rute.
Enam metrik untuk tujuh rute
Ranking dan matriks memakai data yang sama; kontrol mengubah urutan tanpa menyembunyikan nilai lain.
Geser tabel untuk melihat semua rute dan metrik.
| Arah | Makna | Bahasa | Pronoun | Negasi | Budaya | Molo |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Batak → Indonesia | 63,5 | 51,2 | 37,0 | 66,7 | 74,2 | 50,0 |
| Batak → Sunda | 73,8 | 80,2 | 41,0 | 100,0 | 85,5 | 100,0 |
| Indonesia → Batak | 60,2 | 65,8 | 44,0 | 35,7 | 100,0 | 50,0 |
| Indonesia → Sunda | 75,5 | 84,9 | 59,0 | 100,0 | 83,9 | 100,0 |
| Sunda → Batak | 42,2 | 20,6 | 2,0 | 0,0 | 71,0 | 66,7 |
| Batak → Batak | 85,5 | 96,5 | 95,0 | 100,0 | 100,0 | 100,0 |
| Batak → Indonesia → Sunda | 67,9 | 77,2 | 45,0 | 97,6 | 88,7 | 91,7 |
Satu rute adalah satu profil, bukan satu angka
Rata-rata dapat menutupi kegagalan yang penting secara linguistik. Profil Batak–Sunda, misalnya, kuat pada negasi dan kondisional tetapi rapuh pada pronomina. Arah balik Sunda–Batak gagal lebih mendasar pada bahasa target.
Keseimbangan enam kemampuan
Pilih rute; radar dan diagnosis akan memakai enam skor yang sama.
Makna 73,8 · Bahasa 80,2 · Pronoun 41,0 · Negasi 100 · Budaya 85,5 · Molo 100
Bahasa Batak ke bahasa Sunda
Kuat pada makna umum, negasi, dan molo; pronomina granular masih rapuh.
- Pasangan
hami/hitahanya 1 dari 2;hamu/ho0 dari 2.
Bahasa Indonesia adalah jembatan yang masuk akal
Batak–Indonesia cukup kuat, Indonesia–Sunda kuat, dan pola Batak–Sunda menyerupai jalur pivot eksplisit. Kesamaan itu mendukung—namun tidak membuktikan—bahwa bahasa Indonesia membantu transfer.
Dua jalur, pola kesalahan berdekatan
Jalur yang dibandingkan
Pivot eksplisit: target-language 77,2; pronoun 45,0; negation 97,6; cultural/name 88,7; molo 91,7.
Kemiripan direct–pivot
Taksonomi kesalahan (error taxonomy) mengelompokkan jenis kegagalan yang tampak pada keluaran.
Kemiripan keluaran mendukung bahasa Indonesia sebagai kandidat pivot, tetapi belum menunjukkan lintasan representasi di dalam model.
Transfer teramati; mekanismenya belum dipastikan
- Skor berbasis ekspektasi leksikal perlu dilengkapi adjudikasi manusia.
- Pasangan minimal untuk pronomina dan negasi masih perlu diperluas.
- Data latih harus diaudit untuk memisahkan transfer dari hafalan atau overlap.
- Probing hidden state baru bermakna setelah fenomena permukaan stabil dan dapat direplikasi.
Ada transfer semantik terbatas yang berarah. Data saat ini belum membuktikan pemahaman bilingual penuh maupun pivot mekanistik melalui bahasa Indonesia.